Dunia yang Berbeda
Karya: Khairunisa
Ia lahir di dunia yang sama,
namun menapaki jalan yang berbeda.
Saat tangis bayi lain disambut tawa,
ia disambut tanya dan cemas yang tak terucap.
Matanya bening,
namun sering menghindar dari tatap.
Bukan karena ia tak peduli,
melainkan dunia terlalu ramai baginya.
Ia mendengar suara yang tak kita dengar,
merasakan sentuhan yang tak kita rasakan.
Langkah kecilnya goyah,
namun penuh keberanian yang jarang terlihat.
Kata-kata sulit keluar dari bibirnya,
tersangkut di antara rasa dan takut.
Namun lewat gerak, diam, dan tangis,
ia berbicara dengan cara yang paling jujur.
Ia mengulang langkah,
mengulang gerak,
mengulang kebiasaan.
Bukan karena tak bisa berubah,
melainkan karena dunia sering berubah terlalu cepat.
Ada hari-hari ketika ia berteriak,
bukan untuk melawan,
tetapi karena lelah tak dimengerti.
Ada air mata yang jatuh diam-diam,
saat dunia menuntutnya menjadi “normal”.
Namun, lihatlah lebih dekat.
Di balik kekakuan gerak,
ada ketulusan tanpa kepalsuan.
Di balik sunyi yang panjang,
ada cinta yang murni dan dalam.
Ia mengajarkan kita arti sabar,
tentang waktu yang tak bisa dipaksa.
Mengajarkan bahwa mendengar
tak selalu dengan telinga,
dan memahami tak selalu dengan kata.
Wahai anak autis,
kau bukan kesalahan,
bukan kekurangan,
bukan beban kehidupan.
Kau adalah cerita tentang keteguhan,
tentang keberanian bertahan
di dunia yang jarang menyesuaikan diri.
Jika suatu hari kau melangkah lebih jauh,
Ingatlah ada cahaya dalam dirimu
yang tak pernah redup,
meski dunia sering lupa melihatnya.
Dan pada akhirnya,
bukan kau yang harus berubah sepenuhnya,
melainkan kita yang harus belajar
mencintai dengan lebih luas.
